Senin, 09 Desember 2013

TULISAN UNTUK GORESAN YANG TERAKHIR



Hari ini saya menulis ini untuk yang terakhir kalinya dan sekejap akan saya tutup. Ini hanya untuk sejenak merenung kemudian bangkit yang sebenar-benarnya untuk bagian yang paling saya sadari..


Hari ini, 7 Desember 2013. Setelah semuanya yang terjadi sampai dititik ini. Penyesalan tak berpeluh pada akhir yang awalnya sulit saya hadapi, namun kemudian BISA. Seberapa kuat saya pada saat itu adalah karna sebuah rasa didalam hati saya, yang mereka sebut itu “CINTA”. Ini masih tentang seseorang, seseorang yang pernah saya tulis dalam bagian blog ini untuk ketiga kalinya, dan ini adalah bagian yang paling akhir dari semua cerita yang pernah saya buat dengannya.


Pernahkah kalian ada dititik dimana banyak yang berpendapat bahwa sebenarnya kita harus meninggalkan beberapa titik yang telah menyatu dengan jiwa, kalian rawat, kembangkan dengan penuh kasih, dan pertahankan sekokoh rasa CINTA yang ada didalamnya. Pernahkah kalian selalu bertaruh antara logika yang sangat objektif dengan perasaan yang slalu menimpalinya dengan kekuatan CINTA. Pernahkah kalian berada disatu titik yang harusnya menyerah, tapi kalian tetap kuat bertahan meskipun logika sudah tidak mampu menerimanya. Atau pernahkah kalian merasa egois disaat itu semua harus dilepaskan tapi kalian tetap tidak mampu untuk melepaskan. Ya, saya pernah ada disituasi itu..


Saya sangat sadar betapa saya mempunyai sikap yang mungkin tidak disukai beberapa orang, karna saya hanyalah manusia biasa. Saya bagaikan gambar yg tak mampu melihat diri saya sendiri. Keegoisan yang saya punyapun kadang memporak pondakan apa yang harusnya bias terjadi secara mulus tanpa terulang kesekian kalinya. Emosi yang saya punyapun belum stabil sampai saya berkaca pada kesalahan yang tlah terjadi. Kemudian berada disuatu puncak kejengahan seseorang pada diri saya.


Perasaan yang begitu kuat kepadanya membuat saya memahami berbagai situasi yang ada, saya tidak pernah menyalahkan keadaan, tapi saya selalu berkaca pada diri saya. Beberapa hal yang dulu pernah saya khawatirkan, pikiran negatif yang jatuh mengesalkan adalah bagian dari perasaan saya yang begitu kuat kepadanya, rasa peduli yang terlalu besar yang terkadang diabaikannya, rasa percaya yang selalu diruntuhkannya bertubi-tubi sampai semuanya berujung pada kesalahpahaman yang semakin rungsing mengisi hari-hari kami, pertengkaran yang lebih hebat dari rasa cintanya yang perlahan berkurang dan sekarang hilang. Semua itu patah dan harus saya telan mentah-mentah bahwasanya niat baik tidak selamanya diliat secara baik bahkan berujung salah paham.

Bukan perkara mudah, disaat seseorang yang kita harapkan selalu ada disamping kita namun perlahan pergi untuk seseorang yang mungkin bisa memberikan harapan baru kepadanya, memberikan yang tak mampu saya kasihi, memberikan kesempatan dikala saya terlalu egois untuk menyisakan sisa waktu yang saya punya untuknya.


Selalu ada benak-benak kecil yang mengisi kebisingan hati ini, segala sesuatu yang sudah direncanakan sedemikian rupa untuk berjalan kedepan bersama-sama, menghabiskan waktu bersama setelah sekian lama, memprioritaskan apa yang harus dikedepankan, berusaha semaksimal mungkin disaat kita berada dititik paling bawah, saling menopang disaat dilanda kebingungan, saling memberikan solusi dikala diterpa badai cobaan, tetap saling menjaga disaat rapuh menyita uraian napas yang slalu terhempas, mencari jalan keluar disaat kebuntuan menghadang jalan, tapi segalanya HANCUR hingga dititik ini.


Pernahkah kalian memiliki rasa CINTA yang tulus meskipun kalian tau, dya yang kalian cintai tak lagi memiliki rasa yang sama. Dya bertahan hanya karna terjebak pada perasaan yang telah terbiasa untuk slalu bersama. Ya, saya pernah..tapi rasa CINTA ini begitu kuat sampai itu bisa membutakan mata saya.


Pernahkah kalian berada dititik puncak usaha kalian, keberhasilan kalian didalam hidup, tapi kalian merasa sendiri, bagaimanakah rasanya?rasanya adalah sakit yang dibubuhi rasa kecewa yang begitu dalam. Kalian pernah mengalami?ya..saya pernah. Betapa impian yang kami cita-citakan ada yang tercapai namun disaat kami tak lagi mampu untuk bersama.


Tuhan, adakah dia pernah berfikir bahwa rasa sakit dan kecewa yang terlalu besar ini tidak bisa dya bandingkan dengan semua jerih payah yang telah kita lalui bersama?Tuhan, pernahkah dia berfikir tentang perasaan ini, perasaan yang harus saya kubur dalam-dalam hanya untuk melihatnya bahagia?Tuhan, haruskah saya masih mempunyai hidup yang panjang hanya untuk melihatnya bahagia, melihatnya bahagia dengan sosok baru disampingnya?Tuhan, adakah dya pernah mengerti betapa sakitnya saya ketika harus saya dapati semua fakta tentangnya dengan seseorang disana yg perlahan meng’iya’ kan beberapa kecurigaan yang saya lontarkan ketika masih bersama?Tuhan adilkah semua ini?Tuhan apakah ini balasan dari semua usaha saya untuk bertahan dikala hujatan menghadang?Tuhan apakah ini yang terbaik untuk saya saat ini?Tuhan apakah tiada lagi pesan yang mungkin bisa tersampaikan hanya sejenak untuk menyadarinya bahwa pilihannya telah merobek seluruh semangat dan harapan saya selama ini?Tuhan, bisakah segala rindu ini saya buang bersama kenangan yang tak ingin lagi saya ingat?Tuhan masihkah dia perduli pada hati ini yang telah dia sia-siakan hanya untuk pilihannya?Tuhan secepat itukah dya lupakan segalanya?Tuhan mungkinkah hatinya kini seperti batu?Tuhan apakah ini yang orang sebut CINTA SEJATI?


Beberapa hentakan yang mengejutkan saya dalam kurang lebih tiga bulan ini, membangunkan saya dari semua pertanyaan itu. Menghela napas panjang disetiap langkah saya yang mulai ringan saat ini. Menopang ribuan lelah dan gundah yang kadang menghampiri malam saya. Kebangkitkan itu mulai ada saat ini. Keikhlasan pun sudah ada didepan, tak lagi sembunyi..


Betapapun pahitnya atau tragisnya ini, saya ucapkan terimakasih yang begitu besar, karna berkat masalah ini mata saya terbuka begitu lebar. Instropeksi pada setiap hari yang saya lalui. Menjadikan saya pribadi yang lebih kuat, belajar untuk lebih baik untuk seseorang yang lebih baik, yang telah menunggu saya didepan sana. Belajar untuk selalu berfikir positif. Terima kasih untuk banyak pelajaran yang telah membangunkan saya dari keegoisan ini. Betapapun lagi saya hanyalah seorang manusia. Akhirnya pait, namun saya hanya dapat mengucap syukur dan mengambil beberapa hikmah yang ada. Tuhan tidak pernah tidur dan maha adil. Semoga perih dan kekecewaan yang saya rasakan akan terbalas dengan perlakuan baik dari setiap orang yang akan saya temui setiap hari. Sementara rasa yang mereka sebut itu CINTA telah saya paksa untuk dikubur dalam-dalam, dan berani melihatnya bahagia meskipun tanpa saya. Kemudian bagaimana dengan saya?Saya akan terus berjalan kedepan lalu tersenyum lebar..membiarkan semuanya terkubur, sampai suatu saat nanti ada keajaiban yang mampu membukanya ketika semuanya telah sembuh, dan terlambat..karena penyesalan akan slalu datang dibagian paling akhir..


“WELCOME MY FUTURE, I’M ENJOYING MY NEW LIFE”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar